Hello World, Selamat Datang di Blog Fish Diary!

Ilustrasi ikan cupang / betta fish by Unsplash

Hai pembaca, selamat datang di blog Fish Diary! Sebuah blog yang secara khusus digunakan untuk mendokumentasikan tentang perawatan dan cara membudidayakan ikan hias yang telah kulakukan berdasarkan pengalaman sendiri.

Hari ini, blog Fish Diary baru bisa secara resmi menjejakkan kakinya di internet. Padahal, aku sudah lama ingin membuat blog ini tapi selalu tertunda dengan berbagai macam alasan. Dengan semangat dan tekad yang membara di dada, aku putuskan untuk membuat blog ini meskipun hiruk pikuk tentang dunia ikan hias sudah banyak diulas di Youtube.

Sedikit flashback ke belakang. Sejak bulan November 2020, aku ikut terkontaminasi demam ikan cupang yang mulai marak melanda wilayah Indonesia sejak pandemi Copid-19.

Aku yang memang, seringkali, ingin mengalihkan pikiran dari hiruk pikuk duniawi memutuskan untuk memelihara ikan yang kukenal sejak SD ini.

Walhasil, aku membeli satu pasang ikan cupang berjenis nemo (klasik). Nggak mahal sih, cuman seratus rebu doang. Berharap dari keduanya, aku bisa mendapatkan banyak keturunannya.

Aku masih awam dalam dunia ternak cupang pada akhirnya berhasil memijahkan. Meskipun aku nggak mendapatkan jumlah burayak yang fantastis. Ya, hanya 26 ekor burayak yang berhasil kubesarkan sampai sekarang.

Sejak burayak tersebut memasuki usia dua bulanan, aku mulai kebingungan sama wadahnya. Rumahku sudah sempit dihuni oleh empat orang, apalagi ditambah makhluk air satu ini. Jadi, aku memutuskan menjualnya sebagian.

Aku yang nggak pernah dagang kebingungan. Kemanakah harus kujual ikan cupangku ini?

Menurut beberapa info yang kuperoleh menyebut jual cupang sebaiknya melalui media online saja. Bisa lewat sosmed, marketplace, dan lain-lain.

Pada akhirnya, aku belum bisa menjualnya di internet. Aku menjualnya secara offline. Itu pun dititip sama orang yang buka lapak cupang di pinggir jalan. Sampai sekarang, cupangku sudah laku delapan ekor. Alhamdulillah!

Bagaimana sisanya?

Ada beberapa burayak mati (kena pengaruh cuaca). Ada yang kusimpan (sekitar enam ekor yang proses mutasinya bagus, yang besgel dan pertumbuhannya masih segitu-gitu aja ada beberapa). Sisanya kuberikan pada tetangga.

Saat ini, demam cupang mulai mereda. Barangkali orang-orang yang dulunya WFH gara-gara Copid sudah mulai sibuk WFO kembali.

Tapi, tampaknya, aku merasa cocok disini. Itulah kenapa, aku ingin mengembangkannya lagi. Nggak cuma lewat breedingan, tapi juga lewat blog. Aku memilih blog karena lebih asik membagikan pengalaman melalui tulisan. Itu juga alasan aku memilih nama Fish Diary dengan subdomain gratis www.fishdiaryblog.blogspot.com.

Segitu dulu postingan perdana dari blog ini. Semoga blog ini awet dan pengalamanku bisa berarti.[]

Komentar